Sabtu, 17 Desember 2016

MANAJEMEN OPERASIONAL PERENCANAAN KAPASITAS

MAKALAH MANAJEMEN OPERASI
MANAJEMEN KAPASITAS DAN KENDALA


Hasil gambar untuk lambang undip





Kelompok 3

                          Abdurrohman Hizbulloh                             12010115130117
Donna Bella A. A.                                         12010115140137
Fajar Ayu Suryani                                        12010115140205
Rohmanuddin                                               12010115120067


Kapasitas
            Kapasitas (capacity) merupakan suatu “terobosan” atau sejumlah unit yang mana tempat fasilitas dapat menyimpan, menerima, atau memproduksi dalam suatu periode waktu tertentu.
Keputusan kapasitas sering menetapkan kebutuhan akan permodalan dan oleh karenanya terdapat biaya tetap yang besar jumlahnya. Kapasitas juga menentukan apakah permintaan telah terpenuhi atau tidak atau apakah tempat fasilitas akan menganggur atau tidak. Jika sebuah fasilitas berukuran terlalu besar, maka banyak tempat yang tidak digunakan dan akan menambah biaya pada produksi yang ada. Apabila sebuah fasilitas terlalu kecil , pelanggan dan mungkin seluruh pasar akan hilang. Menentukan ukuran tempat fasilitas, bertujuan untuk mencapai level pemanfaatan yang tinggi dan tingkat pengembalian investasi tinggi, itu sangat penting.

Desain dan kapasitas yang efektif
            Kapasitas desain (design capacity) merupakan output yang maksimum secara teori pada suatu sistem dalam suatu periode waktu tertentu berdasarkan pada kondisi idealnya.
kapasitas efektif (effective capacity), kapasitas yang  mana suatu perusahaan mengharapkan untuk mencapai hambatan opersional yang tersedia saat ini.
Kapasitas yang efektif seringkali lebih rendah daripada desai kapasitas karena tempat fasilitas mungkin telah dirancang untuk versi produk yang terdahulu atau campuran produk yang berbeda dari pada yang saat ini sedang diproduksi.
            Dua ukuran kinerja sistem khususnya berguna untuk pemanfaatan dan efisiensi.
Pemanfaatan (utilization) adalah presentase desain kapasitas yang benar-benar dicapai.
Efisiensi (efficiency) adalah presentase dari kapasitas yang efektif yang benar-benar dicapai.
Bergantung pada bagaiamana tempat fasilitas dipergunakan dan dikelola, mungkin akan menjadi sulit atau tidak mungkin mencapai 100% efisiensi. Para manajer operasional cenderung untuk mengevaluasi tingkat efisiensi. Kunci untuk meningkatkan efisiensi sering kali ditemukan dalam memperbaiki permasalahan mutu dan dalam pengaturan penjadwalan, pelatihan, dan pemeliharaan yang efektif. Pemanfaatan dan efisiensi dapat dihitung dengan rumus dibawah ini :
                        Pemanfaatan = output aktual/kapasitas desain
                        Efisiensi = Aktual output/kapasitas efektif




Pertimbangan Kapasitas
Ada 4 pertimbangan kapasitas
1.      Meramalkan tingkat permintaan secara akurat. Menambahkan dan menghapus produk, aksi kompetisi, siklus hidup produk, dan volume penjualan yang tidak diketahui seluruhnya menambahkan tantangan untuk membuat peramalan secara akurat.
2.      Menyamakan kemajuan teknologi dengan volume penjualan. Opsi kapasitas sering kali dihambat oleh teknologi. Beberapa peningkatan kapasitas akan menjadi besar (misalnya, pengolahan biji besi atau pembangkit tenaga listrik), sementara disisi lainnya dapat menjadi kecil (tas tangan luis vuitton yang diukir dengan tangan). Kerumitan ini menyulitkan, tetapi dibutuhkan tugas untuk menyetarakan kapasitas terhadap penjualan.
3.      Menemukan besaran operasional yang optimum. Ekonomi skala dan bukan ekonomi skala sering kali menentukan besran yang optimum untuk suatu tempat fasilitas.
Sebagian besar bisnis memiliki besaran yang optimum sedikitnya hingga seseorang menyampaikan model bisnis yang baru. Selama beberapa dekade, tempat pengolahan biji besi sangat luas yang terintegrasi dipertimbangkan optimal. Kemudian, muncul Nucor, CMC, dan tempat pengolahan biji besi lainnya, dengan proses dan model bisnis yang baru yang secara radikal menurunkan besaran yang optimum dari tempat pengolahan biji besi.
4.      Membangun untuk perubahan. Para manajer membangun fleksibilitas ke dalam tempat fasilitas dan perlengkapan. Perubahan terjadi dalam proses, sejalan dengan produk, volume produk, dan bauran produk.

 Mengelola Permintaan
            Penyetaraan yang tidak tepat mungkin disebabkan permintaan rata-rata melebihi kapasitas atau kapasitas melebihi permintaan. Namun dalam kasus keduanya perusahaan memiliki opsi :
·         Permintaan melebihi kapasitas. Ketika permintaan melbihi kapasitas, perusahaan dapat membatasi permintaan dengan cara menaikkan harga, menjadwalkan waktu tunggu yang lama (yang mungkin menjadi tak terelakan) dan mengecilkan keuntungan secara marjinal dari bisnis. Namaun, dikarenakan tempat fasilitas yang tidak memadai menurunkan pendapatan dibawah yang diperkirakan, maka solusi dalam jangka panjang biasanya adalah dengan meningkatkan kapasitas.
·         Kapasitas melebihi permintaan. Ketika kapasitas melebihi permintaan, perusahaan akan merangsang permintaan melalui penurunan harga atau pemasaran secara agresif, atau dengan mengakomodasi pangsa pasar melalui perubahan produk. Ketika permintaan konsumen mengalami penurunan dikombinasikan dengan proses yang ketinggalan zaman dan tidak fleksibel, layoff dan penutupan pabrik diperlukan untuk mengarahkan kapasitas agar seiring dengan permintaan.
·         Menyesuaikan dengan permintaan musiman. Pola permintaan yang musiman atau siklus adalah tantangan kapasitas yang lainnya.


Ø  Taktik untuk menyetarakan kapasitas dengan permintaan
Adalah sebagai berikut :
1.      Membuat perubahan dalam susunan kepegawaian (meningkatkan atau menurunkan jumlah karyawan atau pergantian).
2.      Menyesuaikan perlengkapan (pembelian mesin tambahan atau menjual atau menyewakan perlengkapan yang dimiliki).
3.      Meningkatkan proses untuk meningkatkan terobosan (misalnya, menurunkan waktu pemasangan pada M2 Global Technology dangan menambahkan setara dengan kapasitas 17 pergantian).
4.      Merancang kembali untuk memfasilitasi lebih banyak terobosan.
5.      Menambah fleksibilitas proses untuk memenuhi perubahan pilihan produk dengan lebih baik.
6.      Menutup tempat fasilitas.

Permintaan pada Sektor Jasa dan Manajemen Kapasitas
Pada sektor jasa, menjadwalkan konsumen merupakan manajemen permintaan, dan menjadwalkan tenaga kerja merupakan manajemen kapasitas.
Manajemen Permintaan. Ketika permintaan dan kapasitas telah disesuaikan dengan baik, maka manajemen permintaan seringkali ditangani dengan janji bertemu, reservasi, atau aturan yang pertama datang, yang pertama dilayani.
Manajemen Kapasitas. Ketika mengelola permintaan tidak layak lagi, mengelola kapasitas melalui perubahan pada susunan kepegawaian yang waktu penuh, sementara, atau paruh waktu dapat menjadi opsi. Hal ini merupakan pendekatan yang banyak dipakai dalam industri jasa.
ANALISIS KEMACETAN DAN TEORI MENGENAI KENDALA
Sebagai manajer yang berupaya untuk menyamakan kapasitas dengan permintaan, maka keputusan harus diambil dalam kisaran ukuran operasional tertentu atau area kerja dalam sistem yang lebih besar. Masing-masing area kerja bekerja sendiri-sendiri dapat diharapkan untuk memiliki kapasitasnya sendiri. Analisis kapasitas (capacity analysis) melibatkan menentukan kapasitas terobosan atas sentra kerja di dalam sistem dan pada akhirnya kapasistas bagi keseluruhan sistem.
            Konsep penting dalam analisis kapasitas adalah peranan dari kendala atau kemacetan. Istilah kemacetan (bottleneck) mengacu pada leher dari sebuah botol secara harfiah yang membatasi aliran atau, dalam kasus sistem produksi, hambatan dalam terobosan. Kemacetan memiliki kapasitas efektif yang terendah dari operasional dalam sistem dan membatasi output sistem.
            Waktu kemacetan (bottleneck time) adalah waktu dari sentra kerja yang paling lambat dalam suatu sistem produksi. Misalnya,
 




Dari diagram tersebut dapat ditentukan waktu kemacetan adalah 4 menit dikarenakan jalur B adalah jalur yang paling lambat. Bahkan jika kita mempercepat jalur A, keseluruhan proses produksi tidak bisa menjadi lebih cepat. Persediaan akan menumpuk di depan jalur B bahkan lebih dari sekarang. Demikian pula, jika jalur C dapat berjalan dengan lebih cepat, kita tidak dapat menekan kelebihan kapasitasnya karena jalur B tidak mampu untuk memberikan produk kesana lebih cepat daripada 1 setiap 4 menit.
            Waktu terobosan (through time) di sisi lainnya, merupakan waktu yang mana unit berjalan melalui produksi dari awal hingga akhir. Waktu untuk memproduksi unit baru yang telah selesai dalam diagram adalah 9 menit (= 2 + 4 + 3).

TEORI KENDALA
TEORI KENDALA / THEORY OF CONSTRAINT (TOC)
Setiap perusahaan menghadapi sumber daya yang terbatas dan permintaaan yang terbatas atas setiap produk. Keterbatasan-keterbatasn ini disebut “Kendala” (constraint).
Teori Kendala mengakui bahwa kinerja setiap perusahaan dibatasi oleh kendala-kendalanya. Jika hendak memperbaiki kinerjanya, suatu perusahaan harus mengidentifikasi kendala-kendalanya, mengeksploitasi kendalanya dalam jangka pendek dan jangka panjang, kemudian menemukan cara untuk mengatasinya.

Konsep Dasar
TOC memfokuskan pada tiga ukuran kinerja organisasi : throughput, persediaan dan beban operasi à tujuan manajemen dinyatakan dengan meningkatkan throughput, meminimalkan persediaan, dan menurunkan biaya operasi
1.      Throughput adalah tingkat di mana suatu organisasi menghasilkan uang melalui penjualan.
2.      Persediaan adalah seluruh uang yang dikeluarkan organisasi dalam mengubah bahan baku menjadi throughput 
3.      Beban operasi adalah  seluruh uang yang dikeluarkan organisasi untuk mengubah persedian menjadi throughput
Berdasarkan ketiga ukuran ini, tujuan manajemen dapat dinyatakan sebagai meningkatkan throughput, meminimalkan persediaan dan menurunkan beban operasi.
Dengan meningkatkan throughput, meminimalkan persediaan, dan menurunkan beban operasi akan membawa dampak terhadap meningkatnya kinerja keuangan seperti :
(1) Laba                 (2) Return on Investment                    (3) Cash flow
Secara Tradisional : Penekanan unsur pengingkatan throughput dan penurunan beban operasi menjadi sangat penting, sedangkan penurunan persediaa dipandang kurang penting.
TOC memberikan peran yang lebih menonjol kepada manajemen persediaan. TOC mengakui bahwa penurunan persediaan akan mengurangi biaya penyimpanan à menurunkan beban operasi serta memperbaiki laba bersih. Tetapi lebih dalam lagi, TOC menyatakan bahwa penurunan persediaan akan membantu menghasilkan sisi kompetitif dengan mempunyai produk yang lebih baik, harga lebih rendah dan tanggapan yang lebih cepat atas kebutuhan pelanggan.
(1)   Produk Yang Lebih Baik à Kualitas lebih tinggi
Artinya perusahaan mampu memperbaiki produk / inovasi produk. Dengan persediaan yang rendah à jika ada inovasi, bisa langsung dilepas di pasaran, sebelum pesaing mengeluarkan produk serupa, tanpa menunggu lama persediaan habis dulu.
(2)   Harga Yang Lebih Rendah
(3)   Daya Tanggap

Langkah-langkah TOC :
I.                   Mengidentifikasi Kendala-Kendala Perusahaan
Jenis-jenis kendala :
  1. Kendala Eksternal à faktor-faktor yang membatasi perusahaan yang berasal dari sumber-sumber di luar perusahaan, misal : permintaan pasar
  2. Kendala Internal à faktor-faktor yang membatasi perusahaan yang berasal dari dalam perusahaan sendiri, misal : kapasitas produksi, jam mesin dll
  3. Kendala Longgar (loose constraint) à kendala dimana sumber daya yang terbatas tidak digunakan sepenuhnya oleh bauran produk
  4. Kendala yang Mengikat (binding constraint) à kandala dimana sumber daya yang tersedia dimanfaatkan sepunuhnya.

Kandala tersebut digunakan untuk menentukan bauran produk optimal yang akan memaksimalkan throughput (memaksimalkan total margin kontribusi) sesuai dengan semua kendala perusahaan. Manajer harus memilih bauran optimal dengan memperhatikan kendala-kendala yang dihadapi perusahaan.

Misalnya :
Wakakakakak Company  memproduksi dua jenis komponen mesin X dan Y dengan Margin Contribusi masing-masing $300 untuk X dan $600 untuk Y. Hari kerja seminggu 5 hari.
Disin dapat dikatakan : lebih baik Wakakakakak Company memproduksi dan menjual komponen Y karena memilik MC/unit terbesar. Tetapi solusi ini belum tentu baik.

Suatu Kandala Yang Mengikat :

X
Y
Jam bor / unit
MC / unit
1 jam
$ 300
3 jam
$ 600
Kandala jam bor total 120 jam / minggu
Dapat diproduksi
120 : 1  = 120 unit
120 : 3 = 40 unit
MC  total
$36.000 / minggu
$24.000
MC / sumber daya
$300 : 1 = $300  (TOP)
$600 : 3 = $200

Menunjukkan :  Lebih baik  hanya memproduksi dan menjual produk X karena menghasilkan MC perminggu yang lebih tinggi ($36.000 untuk X dan $24.000 untuk Y) dikarenakan MC perunit dari sumber daya yang langka / kendala untuk produk X lebih tinggi dibanding produk Y, meskipun MC/unit produk Y à 2x lebih besar dari MC/unit produk X à MC perunit produk bukanlah hal yang sangat penting, melainkan MC perunit dari sumber daya yang langka adalah faktor yang menentukan.
Kendala Internal yang Mengikat dan Kandala External Yang Mengikat :
Jika ternyata Wakakakakak Company dapat menjual paling banyak 30 unit komponen X dan 100 komponen Y sehingga bauran optimalnya menjadi :
Komponen X à karena MC/sumber daya tertinggi à maksimumkan dulu à 30 x 1 jam bor = 30 jam, sedangkan selebihnya 90 jam untuk komponen Y à 90 jam : 3 jam = 30

II. MENGEKSPOITASI KANDALA-KANADALA YANG MENGIKAT         

Di banyak perusahaan ada sedikit kendala sumber daya yang mengikat. Kendala pengikat utama disebut drummer, dimana tingkat produksi kendala drummer meruapakan tingkat produksi keseluruhan pabrik.

Dalam penjadualan ke hulu, TOC menggunakan 2 fitur tambahan yaitu :
  1. Tali / Rope
  2. Penyanggah waktu / buffer

Tali / Rope à Tindakan yang diambil untuk mengikat tingkat dimana bahan baku dikirim ke pabrik (awal proses) pada tingkat produksi sumber daya yang memiliki kendala.
    • Patokan dari proses yang memiliki kendala à dilanjutkan ke hulu untuk mensinkronkan kebutuhan bahan baku yang digunakan sesuai dengan produksi bauran produk optimal à mengeliminasi bahan baku yang tidak dibutuhkan.

Penyangga waktu / Buffer à dibuat agar menjamin sumber daya yang punya kendala tetap sibuk, sehingga dalam penjadualan, operasi sebelum kendala drummer harus memproduksi komponen yang dibutuhkan oleh sumber daya drummer dua hari lebih awal dari rencana penggunaan (jika penyangga waktu 2 hari)

Contoh di atas :
Wakakakakak Company memiliki tiga proses yang berurutan :
PENGGERINDAAN  à  PENGEBORAN à  PEMOLESAN

Asumsi : Satu-satunya kendala internal yang mengikat adalah pengeboran dengan kendala jam pengeboran 120 jam bor /minggu à proses pengeboran adalah drummer.
Dengan bauran optimal (perhitungan sebelumnya) à 30 untuk X dan 30 untuk Y à jumlah inilah yang maksimum dapat ditangani oleh proses pengeboran

Sedangkan proses Peggerindaan dan pemolesan à kendala longgar à bisa memproduksi lebih banyak dari yang disyaratkan bauran produk.

III.                         MENGANGKAT KENDALA YANG MENGIKAT

Keterbatasan dari kendala yang mengikat dapat dimaksimumkan (guna meningkatkan throughput) melalui program perbaikan yang berkelanjutan (keizen) seperti : menambah mesin, perbaikan mesin, menambah tenaga kerja, lembur, menambah shift dll.

Misal : Wakakakakak Company merencanakan tambahan ½ shift à menaikan kendala jam bor dari 120 jam menjadi 180 jam à dengan biaya $50/jam
Sehingga bauran berubah menjadi :
Produk X2 = 30 unit x 1 jam = 30 à Y2 = 180 – 30 = 150 jam : 3 jam = 50 unit
Sebelumnya : X1 = 30 unit à Y1 = 30 unit à ∆Y = 20 unit
Total MC1 = (30 x $300) + (30 x $600) = $27.000
Total MC2 = (30 x $300) + (50 x $600) = $39.000 à ∆MC = $12.000

Tambahan ½ shift dapat dijalankan jika departemen lain bisa menjalankan.
Misal :
Penggerindaan memiliki kapasitas 80 jam/minggu
            X = 1 jam à 30 x 1 jam = 30 jam
            Y = 1 jam à 50 x 1 jam = 50 jam à total 80 jam à BISA
Pemolesan memiliki kapasitas 160 jam/minggu
            X = 2 jam à 30 x 2 jam = 60 jam
            Y = 1 jam à 50 x 1 jam = 50 jam à total 110 jam à BISA

JADI apakah penambahan ½ shift menguntungkan Wakakakakak Company ?
Untuk menjawab : Bandingkan antara MANFAAT dan PENGORBANAN
Manfaat           : $12.000
Pengorbanan   : $ 3.000 à 12 jam x $50 x 5 hari
Ü Keputusan : Penambahan ½ shift dapat diterima


IV.  MENGULANGI PROSES

Dari contoh III diatas, kendala sumber daya pengeboran akan diangkat sampai ke suatu titik dimana kendala tidak lagi mengikat.
Misalnya kendala pengeboran dapat dinaikkan menjadi 240 jam pengeboran.
X3 à 30 unit x 1 jam = 30 jam à 240 – 30 = 210 jam : 3 jam = 70 unit
Y3 à 70 unit

Departemen Penggerindaan (Kandala 80 jam/minggu)
X (1 jam) à 30 x 1 jam = 30 jam
Y (1 jam) à 70 x 1 jam = 70 jam à Total 100 jam à TIDAK BISA        
                                                                                                                            
Departemen Pemolesan (Kendala 160 jam/minggu)
X (2 jam) à 30 x 2 jam = 60
Y (1 jam) à 70 x 1 jam = 70 à Total 130 jam à BISA

è Departemen Penggerindaan sekarang menjadi KENDALA DRUMMER yang BARU
è Setelah kendala drummer yang baru diidentifikasi à proses TOC berulang lagi
ANALISIS TITIK IMPAS
Analisis BEP (Break Even Point)
Adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara biaya, volume penjualan dan profit.

Asumsi-asumsi:
1.      Analisis titik impas digunakan untuk analisis jangka pendek
2.      Biaya dikelompokkan menjadi 2:
            a.       Biaya tetap
            b.      Biaya variable : gambarannya apabila jumlah produksi berubah maka biaya juga berubah
            Misal : Tukang gorengan
            Biaya tetapnya : kuali, sendok, kompor, tabung gas
            Biaya variabelnya : minyak goring, tepung, gas, dll.
3.      Jumlah yang diproduksi = jumlah yang dijual
TC = AC x Q
TR = P x Q

TC    : Total Cost
TR     : Total Revenue
AC    : Average Cost
ATC  : Average Total Cost

4.      Harga jual per unit tetap
5.      Bauran penjualan tetap pada kasus multiproduk
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXW8pgV5YmnXoPPCKlGH0ZbGhYi9t4b8O3vUFfGFsFwOEfHx4b4wTdLcbd-GLiAYkmZdqRXz9XgR8ytIcma0uGT_H40B8V2rFmshrAQILQ2jQQmlBk7mZO2m3bK-SeEdHSEMgSYE1apA6F/s1600/Picture1.jpg

          BEP       : 1. Berdasarkan jumlah barang yang diproduksi (unit)
                        2. Berdasarkan harga penjualannya (Rp)
1.      BEP (Q) atau BEP berdasarkan jumlah barang yang diproduksi (unit)
=  FC 
   P - V
Ket.
FC                :Fixed Cost/biaya tetap
P                  :Harga
VC                :Variable Cost/biaya variable

Contoh :
Suatu perusahaan mengeluarkan biaya tetap sebesar  300.000. Biaya variabel per unit 40. Harga jual per unit 100. Kapasitas produksi maksimal 10.000. Hitunglah BEP (Q)!

BEP (Q)     =    FC   
                      P – V
                = 300.000
                   100 - 40
                = 5.000 unit
atau
P- V          = contribution margin = 100 – 40 = 60
BEP (Q)     =                  FC                    
                            Contribution margin
                 = 300.000
                        60
                 = 5.000 unit
2.      BEP (P) atau berdasarkan harga penjualannya (Rp)
=        FC     
     1 – TVC
             S
Ket
Sales (S) atau volume penjualan = P x Q
Total Variable Cost (TVC) = VC x Q

Dari soal yang sama diatas:
Sales (S) atau volume penjualan = P x Q  = 100 x 10.000 = 1.000.000
Total Variable Cost (TVC)        = VC x Q = 40 x 10.000 = 400.000

BEP (Rp)       =        FC       
                           1 – TVC
                               S
                 =    300.000   
                     1 – 400.000
                         1.000.000
                = 500.000

BEP (Q)    = BEP (Rp)
                          P
                   = 500.000
                          100
                   = 5.000

Contribution margin ratio                  = 1–  400.000  = 0,6      
   Atau contribution to fixed cost             1.000.000

Setiap perubahan penjualan akan menyebabkan setiap perubahan terhadap fixed cost sebesar 0,6
atau 60%

*** Margin of Safety : angka yg menunjukkan jarak antara penjualan yang direncanakan atau budget sales dengan penjualan break even.
penj. yg direncanakan – penj. Pada BEP x 100%
              Penj. yg direncanakan
1.000.000 – 500.000 x 100%
             1.000.000
= 50%




Efek Penambahan Faktor Terhadap BEP
A.     Harga jual
     1.      Suatu perusahaan mengeluarkan biaya tetap sebesar  300.000. Biaya variabel per unit 40. Harga jual per
           unit naik dari 100 menjadi 160. Kapasitas produksi maksimal 10.000. Hitunglah BEP (Q)!
Jawab:
BEP (Q)             = 300.000 = 300.000
                                    160 – 40       120
                                 = 2.500 unit

BEP (Rp)           =    300.000     
                                     1 –  400.000
                                          1.600.000
                                 = 400.000
        Bila harga jual dinaikkan maka BEP-nya akan turun

    2.      Suatu perusahaan mengeluarkan biaya tetap sebesar  300.000. Biaya variabel per unit 40. Harga jual per
          unit turun dari 100 menjadi 80. Kapasitas produksi maksimal 10.000. Hitunglah BEP (Q)!

Jawab:
BEP (Q)             = 300.000 = 300.000
                                      80 – 40        40
                                  = 7.500 unit

BEP (Rp)           =    300.000    
                                           1 –  400.000
                                                 800.000
                                        = 600.000
B.      Biaya Tetap
  1.      Ada Ada tambahan biaya tetap Rp 100.000 (300.000 + 100.000)
Memperbesar kapasitas produksi dari 10.000 unit – 15.000 unit
Biaya variabel per unit 40.
Harga jual per unit 100 – 90. Berapa BEP nya?

Jawab:
BEP (Q)             = 400.000 = 400.000
                                     90 – 40           40
                                 = 8.000 unit

BEP (Rp)           =    400.000    
                                           1 –  600.000
                                               1.350.000
                                        = 727.000
C.     Sales Mix
Contoh soal:
Perusahaan memproduksi lebih dari satu produk
Sales = TR = Total Revenue = P. Q


Keterangan
Produk
Total
A
B
Sales
200.000
200.000
400.000
Q/unit
20.000
8.000
VC
60% x 200.000 = 120.000
40% x 200.000 = 80.000
200.000
FC
40.000
80.000
120.000
TC = VC + FC
160.000
160.000
320.000
Laba = S – TC
40.000
40.000
80.000(untung)

Jawab:
Sales mix     = A : B = 200.000 : 200.000 = 1 : 1
Produk mix = A : B =    20.000 :    80.000 = 2,5 : 1



BEPtotal (Rp)        =     FC       
                              1 – TVC
                                       S
                

                 =    120.000
                              1 –  200.000
                                    400.000
                            = 120.000/0,5
                            = 240.000

Sales Produk A           = ½ x 240.000
                                    = 120.000
TR                               = P. Q                                  
                                    = P . 20.000
P                                  = 120.000/20.000
                                    = 6

 Sales Produk B          = ½ x 240.000
                                    = 120.000
TR                               = P. Q                                  
                                    = P . 8.000
P                                  = 120.000/8.000
                                    = 15


Kasus Multi produk
Sebagian besar perusahaan, dari pabrikan ke restoran, memiliki varietas penawaran. Masing-masing penawaran memiliki harga jual dan biaya variabel yang berbeda-beda. Memanfaatkan analisis titik impas, kita dapat memodifikasi persamaan titik impas untuk merefleksikan proporsi penjualan masing-masing produk. Kita melakukannya dengan “menimbang” kontribusi masing-masing produk dengan proporsi penjualannya. Rumusnya ialah
Titik impas dalam dolar ( BEP $ ) =    
Dimana :          V : biaya variabel per unit
                        P : harga per unit
                        F : biaya tetap
                        W : persentase masing-masing produk terhadap total penjualan dalam dolar
                        i : masing-masing produk
contoh, analisis BEP dengan multiproduk
Le Bistro, seperti kebanyakan restoran lainnya, menghasilkan lebih dari satu produk dan ingin mengetahui titik impasnya dalam dollar.
Diketahui, biaya tetap $3000 per bulan
Barang
Harga
Biaya
Perkiraan penjualan  tahunan
Roti isi
5
3
9000
Minuman
1.5
0.5
9000
Kentang panggang
2
1
7000

Dengan varietas penawaran, kita melanjutkan dengan analisis titik impas seperti dalam kasus produk tunggal, kecuali bahwa kita akan menimbang masing-masing produk dengan proporsi total penjualannya menggunakan persamaan.


Menentukan kontribusi
Harga
Harga penjualan (p)
Biaya Variabel (v)
(v/p)
1-(v/p)
Perkiraan penjualan tahunan
% Penjualan Tahunan
Kontribusi Tertimbang
Roti isi
5
3
0.6
0.40
45000
0.621
0.248
Minuman
1.5
0.5
0.33
0.67
13500
0.186
0.125
Kentang Goreng
2
1
0.50
0.50
14000
0.193
0.097





$72500
1000
0.470

Dengan menggunakan pendekatan ini untuk masing-masing produk, kita dapat menemukan total kontribusi tertimbang sebesar 0.47 untuk, masing-masing dolar penjualan, dan titik impas dalam dolar $76.596
dolar ( BEP $ ) =      =>  =  = $76596
$76.596      =  $245.50
312 hari
informasi yang diberikan dalam contoh ini mengimplikasikan total penjualan harian ( 52 minggu pada 6 hari masing-masing) adalah

                                   

 Kesimpulannya, manajemen Le Bistro sekarang mengetahui bahwa dia harus menghasilkan rata-rata penjulana senilai $245.50 tiap hari untuk mencapai titik impas. Manajemen juga mengetahui bahwa jika perkiraan penjualan senilai $72500 benar. Maka akan kehilangan uang karean titik impasnya $76.596.
Selain dapat mengidentifikasikan jumlah dollar, titik impas dapat mengetahui jumlah unit yang harus dijual agar perusahaan tidak rugi
Contohnya mengetahui  unit penjualan dengan  titik impas
Le Bistro ingin mengetahui BEP untuk jumlah Roti isis yang harus di jual setiap harinya.
Menggunakan data sebelumnya. Kita mengambil perkiraan penjualan roti isi sebesar 62.1 % kali titik impas harian $245.50 di bagi dengan harga jula masing-masing roti isi ($5.00)
Solusinya, dengan pemahaman bahwa manajer memilki basis untuk menentukan kebutuhan bahan material dan tenaga kerja
0.621 X $245.50       = nomor roti isi = 30.5 ≈ 31 roti isi
        5.00
            Ketika analisis titik impas dalam dollar dipersiapkan, dianalisis, dan dipertimbangkan menjadi masuk akal, keputusan dapat diambil mengenai tipe dan kapasistas perlengkapan yang dibutuhkan.

MENURUNKAN RISIKO DENGAN PERUBAHAN BERTAHAP
Penentuan titik impas akan semakin sukar ditemukan karena terdapat banyak faktor yang mempengaruhinya antara lain faktor-faktornya ialah teknologi, pesaing, hambatan gedung, biaya modal, opsi sumber daya manusia, dan peraturan membuat pengambilan keputusan menjadi menarik.
Untuk mengurangi risiko, perubahan tambahan yang akan melindungi perkiraan permintaan dapat menjadi opsi yang tepat.
                                                   Grafik A
Grafik A, 1. Kapasitas ini menangani permintaan yang meningkat hingga permulaan periode 2. Pada permulaan periode 2, kapasisitas kembali diperoleh, memungkinkan bagi perusahaan untuk mendahului permintaan hingga permulaan periode3. Proses ini dapat berlanjut secar tak terbatas hingga masa mendatang. Kapasits di sini diperoleh dengan tambahan pas=da permulaan periode 1 dan pad permulaan periode 2.
                                                                        Grafik B
Akan tetapi, para manajer juga dapat memilih untuk memperluas peningkatan pada permulaan periode 1, peningkatan yang akan memuaksan permintaan yang diperkirakan hingga permulaan periode 3. Kelebihan kapasitas dalam bentuk ruangan dapat memungkinkan opsi varietas ruangan yang lebih banyak dan kemungkinan fleksibilitas dalam jadwal pembersihan ruangan. Dalam pabrikan, kelebihan kapasitas dpat digunakan untuk melakukan lebih bnyak pemasnagan, memperpendek pelaksanaan produksi dan menurunkan biaya persediaan.







                                                                               Grafik C
Grafik C, memperlihatkan sebuah opsi kapasitas yang tertinggal, dengan menggunakan waktu lembur atau sub kontrak untuk mengakomodasikan kelebihan permintaan.
 


permintaan

 







                            1              2              3
                                       Waktu (tahun)
                                    Grafik D
Grafik D melintasi permintaan dengan membangun kapasitas yang rata-rata, kadangkala tertinggal. Baik opsi tertinggal maupun melintasi memilki keuntungan penangguhan belanja modal.
            Dalam kasus dimana iklim bisnis stabil, memutuskan di antara alternatif relatif lebih mudah. Total biaya maing-masing alternatif dapat dihitung dan alternatif dengan total biaya yang paling sedikit yang dipilih. Namun kebutuhan kapasitas merupakan onjek ketidaktahuan yang signifikan, maka model “ probabilistik “ yang paling sesuai. Penggunaan nilai uang adalah satu teknik keputusan dalam perencannan kapasitas.
MENERAPKAN NILAI UANG YANG DIHARPKAN (EMV) UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN KAPASITAS

EMV (Expected Monetary Value)


EMV merupakan kriteria yang paling sering digunakan untuk menganalisis pohon keputusan. Satu dari langkah awal analisis ini adalah untuk menggambar pohon keputusan dan menetapkan konsekuensi finansial dari semua hasil masalah tertentu. Nilai harapan moneter (Expected Monetary Value EMV) adalah nilai harapan moneter yang diharapkan dari sebuah variabel yang memiliki beberapa kemungkinan kondisi alamiah yang berbeda, masing-masing dengan peluang tersendiri. Saat peluang diketahui, nilai maximax dan maximin menyatakan skenario perencanaan kasus terbaik kasus terburuk. Nilai ini mewakili nilai yang diharapkan atau rata-rata tingkat pengembalian modal jika keputusan ini dapat diulangi berkali-kali. (Heizer dan Render, 2005:324)
EMV sebuah alternatif merupakan jumlah semua keuntungan alternatif, yang masing- masing diberikan bobot kemungkinan terjadinya.
EMV (Alternatif i) = (Hasil kondisi alamiah 1) x (Kemungkinan terjadi kondisi alamiah 1) + (Hasil kondisi alamiah 2) x (Kemungkinan terjadi kondisi alamiah 2) + . . . + (Hasil kondisi alamiah terakhir) x (Kemungkinan terjadi Kondisi alamiah terakhir) Atau dengan rumus : (Siswanto, 2007:56)
NHi     = Nilai harapan cabang keputusan ke-i.
pj       = Probabilitas kemunculan keadaan ke-j.
Hij       = Nilai hasil keputusan jika alternatif keputusan ke-i diambil dan keadaan ke-j terjadi.


EMV, memerlukan penentuan alternatif dan alam pernyataan yang bervariasi. Untuk situasi perencanaan kapasitas, alam pernyattan biasanya adalah permintaan untuk masa mendatang atau kesukaan pasar.
Contoh penerapan EMV atas pengambilan keputusan kapasitas
Sebuah perusahaan yang membuat pakaian untuk rumah sakit, mempertimbangkan perluasan kapasitas.
Jika pabrik yang besar dibangun dan pangsa pasar yang dipilih terjadi, laba senilai $100.000 bisa direalisasikan. Pangsa pasar yang tidak menyukai akan menghasilkan kerugian senilai $90000. Namun pabrik yang berukuran medium dapat menghasilkan laba senilai $60.000 dengan kesukaan pangsa pasar yang tidak menyukai. Pabrik kecil di sisi lainny, akan menghasilkan tingkat pengembalian senilai $ 4000 dengan kondisi kesukaan pasar dan kerugian hanya $ 5000 dalam pasar yang tidak menykainya. Tentu saja, selalu ada opsi tidak melakukan apapun
Jawaban :
EMV ( Pabrik Besar ) = (0.40) ($100.000) +(0.6) (-$90000) = - $14000
EMV ( Pabrik sedang ) = (0.4) ($60.000) + ( 0.6 ) (-$10000) = +$18000
EMV (pabrik kecil ) = ( 0.4 ) ($40.000) + ( 0.6 ) (-$5000) =+$13000
EMV TIDAK MELAKUKAN APAPUN = 0
Berdasarkan perkiraan EMV, perusahaan harus membangun pabrik yang berukuran sedang
Menerapkan  Analisis Investasi  Terhadap Investasi yang Berbasis Strategi
Ketika implikasi strategi atas investasi yang potensial telah di pertimbangkan ada aspek-aspek yang ada di dalam investasi atas kapasitas. Yaitu sebagai berikut
1.      Investasi, Biaya Variabel, dan Arus Kas
Karena alternatif kapasitas dan proses ada, sehingga dapat menjalankan opsi tanpa memandang investasi modal dan biaya variable. Para manajer harus memilih diantara opsi keuangan yangberbeda seiring dengan alternatif kapasitas dan proses. Analisis harus memperhatikan investasi modal, biaya variabel, dan arus kas sejalan dengan nilai uang masa sekarang untuk masing-masing alternatif.
2.      Nilai Bersih Sekarang
Nilai Bersih Sekarang (Net Present Value-NPV) adalah menentukan diskonto nilai atas serangkaian penerimaan uang pada masa mendatang.
Kelebihan dan Kelemahan NPV
Kelebihan
Kelemahan
Memperhitungkan nilai dan uang
Manajer harus menaksir tingkat biaya modal yang relevan selama usia ekonomis proyek
Mengutamakan aliran kas yang lebih awal
Jika proyek memiliki nilai investasi inisial yang berbeda, serta nilai usia ekonomis yang berbeda maka NPV yang besar belum tentu menjamin sebagai proyek yanglebih baik.
Tidak mengabaikan kas selamaperiode proyek atau investasi
Derajat kelayakan tidak hanya di pengaruhi oleh arus kas, melainkan juga di pengaruhi oleh faktor usia ekonomis proyek.
 Berikut adalah rumus matematis untuk Nilai Bersih Sekarang
Dimana :
F = nilai masa yang akan datang
P = nilai masa sekarang
I = tingkat bunga
N = jumlah tahun
Memecahkan masalah untuk P
Persamaan untuk nilai masa sekarang
Dengan demikian yang harus dilakukan adalah menemukan faktor X dan mengalihkan dengan F untuk menghitung nilai masa sekarang,P. Faktor-faktor tersebut adalah fungsi dari tingkat bunga, i, dan jumlah tahun, N.
Dimana :
X = faktor
S = nilai masa sekarang atas serangkaian penerimaan tahunan yang sama
R = penerimaan yang di terima setiap tahun selama masa investasi (anuitas)
Metode sederhana nilai bersih sekarang : Cukup menghitung nilai sekarang atas semua arus kas untuk masing-masing alternatif investasi. Ketika memutuskan diantara alternatif investasi, kita mengambil investasi dengan nilai bersih sekarang yang tertinggi.
Meskipun nilai bersih sekarang adalah salah satu pendekatan yang terbaik untuk mengevaluasi alternatif investasi, terdapat kesalah. Keterbatasan pendekatan nilai bersih meliputi hal berikut.
1.      Investasi dengan nilai bersih sekarang yang sama akan memiliki perbedaan yang signifikan antara nilai hidup yangdi proyeksikan dengan nilai sisa yang berbeda.
2.      Investasi dengan nilai bersih sekarang yang sama memiliki arus kas yang berbeda. Arus kas yangberbeda akan membuat perbedaan didalam kemampuan perusahaan untuk membayar tagihanya.
3.      Kita berasusmsi bahwa kita mengetahui tingkat bunga masa mendatang, dimana kita tidak dapat mengetahuinya.
4.      Pembayaran selalu dilakukan pada akhir periode (minggu atau tahunan)